Eksperimen Sains Sederhana di Rumah untuk Siswa
Eksperimen sains sederhana di rumah membantu siswa memahami konsep fisika dan kimia melalui praktik langsung yang menyenangkan menggunakan bahan sehari-hari.
Mengapa Pelangi Bisa Muncul di Atas Permukaan Air Sabun
Siswa sering kali mengira pelangi hanya bisa dilihat di langit setelah hujan reda, padahal kita bisa membuatnya sendiri di halaman rumah menggunakan mangkuk berisi air dan sedikit sabun cuci piring. Ketika kamu meneteskan cairan sabun ke dalam air lalu mengarahkannya ke bawah sinar matahari, warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau akan langsung terlihat di permukaan air. Fenomena ini terjadi karena lapisan tipis air sabun membiaskan dan memantulkan cahaya matahari yang datang, lalu memecahnya menjadi berbagai komponen warna penyusun cahaya tampak. Cahaya putih matahari sebenarnya tersusun dari banyak warna yang memiliki panjang gelombang berbeda-beda. Saat menembus lapisan sabun yang sangat tipis, setiap warna dibelokkan pada sudut yang sedikit berbeda sehingga mata kita menangkapnya sebagai spektrum warna yang terpisah. Bayangkan saat kamu meniup gelembung sabun di teras rumah saat istirahat siang, kamu pasti melihat kilau warna-warni yang bergeser-geser di dinding gelembung tersebut. Namun, eksperimen ini memiliki batasan yang perlu kamu ketahui. Jika cuaca sedang mendung atau kamu berada di dalam ruangan yang minim cahaya matahari langsung, pelangi kecil ini tidak akan muncul karena tidak ada sumber cahaya yang cukup kuat untuk dibiaskan oleh lapisan air sabun.

Tekanan Udara Mampu Menahan Air dalam Gelas Tanpa Tumpah
Tekanan Udara Mampu Menahan Air dalam Gelas Tanpa Tumpah
Kamu bisa menantang teman sekelasmu dengan membalikkan gelas berisi penuh air yang ditutup selembar kertas HVS tanpa membuat airnya tumpah sedikit pun ke lantai. Cara melakukannya cukup mudah, isi gelas kaca sampai benar-benar penuh, letakkan selembar kertas di atasnya dengan rata, lalu balikkan gelas tersebut secara perlahan di atas bak cuci piring. Air di dalam gelas tidak akan jatuh karena ada dorongan tekanan udara dari luar yang menekan kertas ke arah atas dengan kekuatan yang lebih besar daripada berat air di dalam gelas. Tekanan udara di sekitar kita bekerja ke segala arah, termasuk dari bawah ke atas, dan kekuatan dorongan ini ternyata mampu menahan beban air di dalam gelas kaca standar. Keadaan ini bisa kamu bayangkan seperti saat kamu menyelam di kolam renang dan merasakan seluruh tubuhmu seolah ditekan oleh air dari berbagai sisi. Akan tetapi, trik fisika ini tidak akan berhasil jika kertas yang kamu gunakan sudah basah kuyup sebelum gelas dibalik, atau jika ada rongga udara kecil yang masuk ke dalam gelas karena kertas tidak tertutup rapat sejak awal.
Balon Tahan Api Berisi Air yang Tidak Meletus Saat Didekatkan ke Lilin
Sebagian besar anak mengira balon karet akan langsung meletus begitu bersentuhan dengan api lilin yang menyala di meja belajar. Kenyataannya, jika kamu mengisi balon tersebut dengan sedikit air sebelum ditiup dan didekatkan ke nyala api, balon itu tidak akan meletus meskipun bagian bawahnya sudah menghitam terkena jelaga. Hal ini terjadi karena air di dalam balon memiliki kemampuan menyerap panas yang sangat tinggi sehingga panas dari api lilin langsung ditarik oleh air dan tidak membuat karet balon mencapai titik lelehnya. Ketika api memanaskan bagian bawah balon, kalor tersebut langsung berpindah ke air di dalamnya, membuat air mulai menghangat sementara bahan karet itu sendiri tetap terjaga suhunya di bawah batas leleh. Kamu bisa membayangkan peristiwa ini seperti pancaran panas kompor yang langsung diserap oleh panci berisi sup sehingga pancinya tidak meleleh saat memasak. Batasan dari percobaan ini terletak pada jumlah air di dalam balon. Jika airnya terlalu sedikit atau kamu menahan balon terlalu lama di atas api yang sangat besar, air tidak akan sanggup menampung panas lagi dan balon akan tetap meletus seperti biasa.
Lely
AdminDIPON STARTER.