Eksperimen Sains Sederhana untuk Menguji Rasa Ingin Tahu
Eksperimen sains sederhana seperti memasukkan telur ke botol, memisahkan minyak dan air, serta membuat pelangi dari permen membantu anak sekolah memahami hukum fisika dan kimia secara menyenangkan.
Telur yang Bisa Masuk ke Dalam Botol Kaca
Sebuah telur rebus yang sudah dikupas bisa masuk ke dalam botol kaca dengan mulut botol yang lebih kecil dari ukuran telur itu sendiri, tanpa harus ditekan atau dihancurkan. Peristiwa ini terjadi karena perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar botol. Ketika selembar kertas yang dibakar dimasukkan ke dalam botol, api memerlukan oksigen untuk menyala. Saat api padam karena oksigen habis, udara di dalam botol menjadi dingin dan menyusut. Udara dingin ini membuat tekanan di dalam botol turun drastis, sehingga udara di luar botol yang memiliki tekanan lebih tinggi mendorong telur masuk ke dalam.

Bayangkan kamu sedang berada di laboratorium IPA sekolah bersama teman sekelas, lalu kamu meletakkan sebutir telur rebus di atas mulut botol sirup bekas yang bagian dasarnya sudah diberi kertas terbakar. Telur itu perlahan akan tersedot masuk ke dalam botol dengan bunyi plop yang mengejutkan seisi kelas. Percobaan ini tidak akan berhasil jika mulut botol lebih besar daripada telur, atau jika botol memiliki celah udara sekecil apa pun yang membuat udara dari luar bisa masuk dan menyamakan tekanan di dalam botol.
Mengapa Minyak dan Air Tidak Mau Menyatu
Minyak goreng dan air putih yang dicampur dalam satu gelas bening akan selalu terpisah menjadi dua lapisan, dengan minyak yang selalu berada di atas air meski sudah diaduk sekuat tenaga menggunakan sendok. Peristiwa ini disebabkan oleh sifat molekul air yang bersifat polar dan molekul minyak yang bersifat nonpolar. Molekul air saling tarik-menarik dengan kuat sesama jenisnya karena memiliki muatan listrik kecil, sementara molekul minyak menolak air dan memilih untuk berkumpul dengan sesama molekul minyak. Karena massa jenis minyak lebih ringan daripada air, lapisan minyak akan selalu mengapung di bagian atas.

Keadaan ini bisa kamu amati langsung di dapur rumahmu ketika membantu ibu mencuci piring kotor bekas menggoreng ikan, di mana sisa minyak di piring menolak air keran dan membentuk bulatan-bulatan kecil. Batasan dari percobaan ini terlihat ketika kamu menambahkan sabun cuci piring ke dalam campuran air dan minyak tersebut. Sabun memiliki dua ujung yang unik, yaitu satu ujung yang suka air dan satu ujung yang suka minyak, sehingga sabun bisa mengikat keduanya dan membuat minyak larut dalam air.
Pelangi Buatan di Dalam Piring Makan
Cokelat warna-warni yang disusun melingkar di atas piring datar dan disiram sedikit air akan melunturkan warna lapisannya membentuk pola pelangi yang indah tanpa mencampur warna-warna tersebut menjadi satu warna cokelat yang kotor. Hal ini terjadi karena lapisan luar permen tersebut terbuat dari pewarna makanan dan gula yang mudah larut dalam air. Ketika air dituangkan di tengah piring, gula dan pewarna mulai larut dan bergerak dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah melalui proses difusi sederhana.
Situasi ini sering membuat anak-anak sekolah terpesona saat melihat warna merah, hijau, kuning, dan biru bergerak beriringan menuju tengah piring tanpa saling merusak warna tetangga di sebelah mereka. Namun, percobaan ini tidak akan menghasilkan pola yang rapi jika kamu menggunakan piring yang permukaannya miring atau tidak rata, karena air akan mengalir ke satu sisi saja dan membuat pelangi buatan tersebut tumpah berantakan sebelum sempat terbentuk sempurna.
Lely
AdminDIPON STARTER.